PORTALREDAKSI.COM, DUMAI — Aksi balap liar yang diduga kerap berlangsung pada malam hari di kawasan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Jenderal Sudirman ujung, hingga akses tembus ke kawasan Bumi Ayu, Kota Dumai, kian meresahkan masyarakat. Aktivitas berbahaya yang disinyalir marak terjadi, terutama pada malam Minggu, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan pengunjung pusat kuliner Bukit Gelanggang.
Aksi sejumlah pemuda yang memanfaatkan ruas jalan lurus untuk memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi itu dilaporkan kerap diwarnai manuver berbahaya, termasuk mengangkat roda depan sepeda motor atau *standing wheelie*. Perilaku tersebut tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pengendara lain maupun masyarakat yang melintas.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, mengingat kawasan Bukit Gelanggang merupakan salah satu lokasi favorit masyarakat untuk bersantai dan menikmati wisata kuliner bersama keluarga. Jika tidak segera ditangani, aktivitas balap liar dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum serta mengurangi rasa aman pengunjung.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kota Dumai melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bersama jajaran TNI dan Polri, khususnya kepolisian, agar segera meningkatkan pengawasan dan melakukan patroli rutin di titik-titik yang diduga menjadi lokasi balap liar.
Warga menilai langkah pencegahan tidak boleh menunggu hingga terjadi kecelakaan atau jatuhnya korban jiwa. Penertiban yang terukur, razia terhadap kendaraan yang digunakan untuk balap liar, serta penindakan sesuai ketentuan hukum dinilai perlu dilakukan untuk mencegah aksi serupa terus berulang.
Selain persoalan keselamatan, keberadaan balap liar juga dikhawatirkan mencoreng citra Kota Dumai. Kawasan yang seharusnya menjadi ruang publik yang aman bagi keluarga justru berpotensi menimbulkan rasa takut apabila aktivitas berbahaya tersebut terus berlangsung tanpa penanganan yang efektif.
Keresahan itu dirasakan langsung oleh pengunjung. Afni, salah seorang pengunjung lokal, mengaku khawatir ketika harus melintasi kawasan Bukit Gelanggang pada malam hari, terutama saat malam Minggu.
“Kadang-kadang mau keluar malam jadi takut kita, Pak. Maklum awak ini perempuan, bawa anak kecil. Orang itu balap-balap dan angkat-angkat motor kencang-kencang. Kalau dia sendiri yang jatuh, lantaklah, tapi kalau kita yang kena tabrak, kan bahaya, Pak,” ujar Afni dengan nada cemas, Senin (19/10/2026).
Keluhan tersebut menjadi peringatan agar persoalan balap liar tidak dipandang sebagai kenakalan biasa. Aktivitas di jalan umum yang berpotensi membahayakan orang lain membutuhkan pengawasan dan penanganan serius dari pihak berwenang.
Kini, masyarakat menanti langkah nyata Pemko Dumai dan aparat terkait untuk memastikan kawasan Bukit Gelanggang dan ruas jalan di sekitarnya tetap aman, tertib, serta nyaman bagi pengguna jalan dan pengunjung.
Jangan sampai penanganan baru dilakukan setelah kecelakaan terjadi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas sebelum ancaman di jalan raya berubah menjadi tragedi. (*)





